SAP : PIJAT BAYI

>> Monday, January 4, 2010

SAP : PIJAT BAYI
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
POKOK BAHASAN :
PIJAT BAYI

A. Latar Belakang
Tanpa disadari ketika memandikan bayi, mengeringkan tubuhnya dengan menggosok punggungnya, atau bermain-main dengan cara memijat kakinya, sebenarnya banyak rangsangan yang dilakukan padanya.
Memberikan rangsangan pada bayi memang banyak caranya. Salah satu diantaranya melalui pijatan (stroking). Pijat merupakan bentuk ideal untuk merealisasikannya, sebab saat memijat bayi, ibu ”melatih” dirinya untuk lebih engenal bayinya. Dengan memijat bagian demi bagian tubuh bayi secara lembut, ibu belajar mengenali tubuh dan bahasa tubuh bayinya secara individual. Dari sini akan diketahui pijatan mana yang menyenangkan bagi bayi dan mana yang tidak disukainya. Lama-lama kita akan menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam mengurus bayi.

Dikalangan masyarakat Indonesia, ilmu pijat bayi tradisional sudah lama dikenal, dam sampai saat ini di daerah-daerah masih sering dilakukan oleh dukun pijat bayi. Ilmu pijat bayi umumnya mudah dipelajari dengan beberapa kali latihan, orang tua akan mahir melakukannya. Selain itu pijat bati juga mudah karena hanya menggunakan minyak (baby oil).

B. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Umum:
Setelah akhir proses pembelajaran para peserta mampu memahami tentang pijat bayi.
Tujuan Khusus:
Setelah mengikuti proses pembelajaran selama 30 menit, peserta mampu :
1. Menyebutkan tentang pengertian pijat bayi.
2. Menyebutkan kontra indikasi pijat bayi.
3. Menyebutkan manfaat pijat bayi..
4. Menjelaskan persiapan melakukan pijat bayi.
5. Menjelaskan cara melakukan pijat bayi.

C. Sasaran
Seluruh ibu-ibu nifas yang datang ke Puskesmas Srondol.

D. Target
Ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 6 bulan-7 bulan.

E. Pengorganisasian
Moderator : Wiwik Widiastutik
Penyaji : Dwi Asliwanti
Fasilitator : Indrwati
Observer : Asrin Nikmah


F. Strategi Pelaksanaan
Waktu : 1 Maret 2006
jam 09.00 – 09.30 WIB.
Tempat : Ruang tunggu Puskesmas Srondol
Kegiatan belajar mengajar :
1. Perkenalan
2. Menjelaskan tujuan
3. Menjelaskan materi
4. Diskusi dan tanya jawab
5. Evaluasi





G. Susunan Acara
1. Pembukaan oleh moderator selama 5 menit
2. Acara inti :
a. Penyuluhan kesehatan & demonstrasi pijat bayi oleh mahasiswa 15 menit.
b. Diskusi dan tanya jawab 5 menit.
3. Penutup dan doa 5 menit

H. Metode
1. Ceramah tentang konsep preeklampsia.
2. Diskusi dan Tanya jawab

I. Media
1. Leaflet
2. Pantom/boneka bayi
3. Baby oil & handuk

J. Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara lisan :
1. Menyebutkan tentang pengertian pijat bayi.
2. Menyebutkan kontra indikasi pijat bayi.
3. Menyebutkan manfaat pijat bayi..
4. Menjelaskan persiapan melakukan pijat bayi.
5. Menjelaskan cara melakukan pijat bayi.

PIJAT BAYI

A. PENGERTIAN
Pijat bayi adalah terapi sentuhan kulit dengan menggunakan tangan. Ini memang bukan hal baru lagi, walaupun pengaruh positif pijat bayi ini belum diyakini benar. Sentuhan pada kulit bayi melalui seni pijat ternyata dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian ”Cynthia Mersmann” membuktikan bila bayi dipijat, produksi ASI perah ibunya akan lebih banyak. Jadi pijat dapat meningkatkan lamanya pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja. Pijat bati dipercaya dapat meningkatkan stimulus otaknya, membantu pertumbuhannya, memperlancar system pencernaannya, bahkan membantu system kekebalan tubuhnya. Juga dapat membina hubungan antara ibu dengan bayinya.

B. KONTRA INDIKASI
a. Jangan dilakukan pada bayi yang suhu tubuhnya tinggi
b. Jangan dilakukan pada bayi yang sedang sakit

C. MANFAAT PIJAT BAYI
1. Mampu meningkatan daya taha tubuh bayi.
2. Membuat bayi tidur lebih nyenyak dan lelap.
3. Meningkatkan kesiagaan untuk mudah balajar sesuatu.
4. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan.
5. Merangsang fungsi pencernaan dan pembuangan sisa-sisa makanan.
6. Meningkatkan kenaikan berat badan.
7. Membuat bayi lebih tenang.
8. Mengurangi kembung dan sakit perut.
9. Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi.



D. HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN
1. Atur temperetur ruang memijat bayi, jangan sampai bayi kedinginan saat dibuka bajunya.
2. Letakkan bayi di tempat yang aman.
3. Ketikan akan memijat perhatikan tangan dan jari pemijat, jangan sampai jari-jari tangan pemijat yang kasar menggores kulit bayi yang lembut dan peka.
4. Buka cincin dan gelang ketikan akan memijat bayi, selain lebih nyaman juga tidak membahayakan.
5. Pada saat akan mengoleskan minyak, teteskan minyak di telapak tangan pemijat dulu baru kemudian dioleskan ke bayi.

E. PEMIJATAN BAYI
1. KAKI & TANGAN
a. Perahan India
Lakukan dari pangkal paha/pundak ke pergelangan kaki/tangan.
b. Perahan Swedia
Lakukan dari pergelangan kaki/tangan ke paha/pundak
c. Telapak kaki/tangan
Buat urutan di telapak secara bergantian mulai dari tumit ke arah jari
d. Jari-jari
Gerakan dilakukan dengan memijat jari-jari dan diakhiri dengan tarikan lembut pada setiap jari
e. Punggung Kaki/tangan
Dengan ibu jari secara bergantian, urutlah punggung kaki/tangan dari pergelangan keki/tangan ke jari kaki/tangan.
f. Gerakan menggulung
Menggulung dari pangkal paha/pundak sampai kepergelangan kaki/tangan dengan kedua telapak tangan.
g. Gerakan akhir
Rapatkan kedua kaki dan usapkan bersamaan
2. PERUT
a. Mengayuh pedal sepeda
Gerakkan kedua tanga bergantian dari perut atas ke bawah
b. Menekuk lutut dan tekan menuju perut, bisa juga dengan cara bergantian tekuk ke perut
c. Bulan Matahari
Tangan kanan membentuk lingkaran dari arah perut kanan bawah (sesuai arah jam); kemudian tangan kiri mengikuti dengan lingkaran bulan.
Bentuk lingkaran searah jarum jam dari tangan kiri mulai dari perut kanan bawah, kemudian diikuti dengan tangan kanan membuat gerakan setengan lingkaran mulai dari perut kanan bawah sampai perut kiri bawah.
d. i love you
”i” Buat gerakan membentuk huruf ”i” dari perut kiri atas ke bagian kiri bawah.
”love” Pijat dimulai dari kanan atas lalu ke kiri bawah membentuk huruf ”L” terbalik
”you” Pijat dimulai dari kanan atas, lalu ke kiri sampai ke perut kiri bawah membentuk huruf ”U” terbalik
e. Gelembung Udara
Tekan searah jarum jam dari kanan bawah ke kiri bawah

3. DADA
Pijatan ”kupu-kupu” memperkuat paru paru dan jantung
Letakkan kedua tanag pamijat di tengan dada bayi dan gerakkan ke atas kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati, lalu dari tengan dada bayi pijat menyilang ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.


4. PUNGGUNG
Pijatan ”maju mundur” memperkuat otot untuk menyakgga tulang belakang.
Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan ke sepanjang punggungnya, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai pantat bayi dengan sedikit tekanan. Dengan jari-jari pemijat buat gerakan-gerakan melingkar terutama pada otot di sebelah tulang punggung. Buat gerakan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kakinya untuk mengakhiri pijatan.
5. WAJAH
Pijatan ”senyum” melemaskan otot wajah
a. Tekan jari-jari pemijat pada kening bayi, pelipis dan pipi.
b. Gunakan kedua jari untuk memijat daerah di atas alis.
c. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipinya.
d. Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulutnya hingga tersenyum.
e. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum.
f. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

PENUTUP

Bayi adalah sosok tubuh kecil, mungil dan imut, oleh sebab itu kita selalu ingin menyentuhnya, dan ingin mencintai dan menyayanginya. Untuk mewujudkan rasa cinta dan sayang ini salah satunya dengan memberikan perhatian. Perwujudan perhatian kita salah satunya dengan memberikan pijatan. Karena dengan pemijatan ini dapat membantu bayi dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Pijatan pada bayi akan lebih memberikan kesempatan kepada ibu untuk mengenali bayinya, mengerti bahasa tubuh bayinya secara individual, pijatan bayi inipun dapat membantu bayi untuk mengenal dan beradaptasi dengan dunia luar yang serba baru dan asing baginya, dan juga lebih meningkatkan hubungan batin antara ibu dan bayinya.
Pijatan pada bayi memberikan banyak manfaat, seperti hal di atas, untuk itu para orang tua harus banyak mengetahui cara pemijatan bayi dengan cara yang baik dan benar agar tidak memberikan suatu kesalahan. Begitu pula dengan perawat, harus mengetahui teknik pemijatan bayiyang berguna untuk penyuluhan bagi masyarakat awam yang balum paham akan pemijatan bayi selain itu juga bermanfaat saat kita mempunyai seorang anak.

DAFTAR PUSTAKA
Ayah bunda no.23, tanggal 7-20 September 1996. memijat bayi sentuhan kasih.

Ayah bunda no.3, tanggal 13-26 Pebruari 1996. cara tepat pijat bayi.

Roesti, Utami. 2004. Bayi segat berkat Asi Ekskisif. PT. Elex Media Komputindo, Keluarga Gramedia, Jakarta
"

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive

  © Free Medical Journal powered by Blogger.com 2010

Back to TOP