Menuju hari Tua Sehat & Bahagia
>> Sunday, March 21, 2010
PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANSIA ?
Jika ada benjolan di tubuh yang sebelumnya tidak ada.
free medical journals. Daily presentations of new journals. Free subscription to the journal alerts. Medical Journal of Indonesia is an official Journal of the Faculty of Medicine, Faculty of Nursing, Faculty of midwifery and faculty of public health. Collect for many University can be reference for your final task. Thousands of health articles on every topic imaginable, from alternative to medical. Plus fitness, beauty, and cosmetics. Health Articles Database, free health articles and content.
TINJAUAN UMUM
Suatu tindakan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratrium guna menunjang diagnosa pasien dalam mempertimbangkan pengobatan yang tepat
A. PERSIAPAN
I. Persiapan Klien
- Cek perencanaan Keperawatan klien
- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
- Spuit dan jarum steril
- Kapas alkohol 70 %
- Plester dan gunting
- Tabung darah
- Perlak dan torniquet
- Bengkok
B. PELAKSANAAN
- Perawat cuci tangan
- Menentukan lokasi
- Meletakan perlak kecil dibawah tangan yang akan diambil darah
- Melakukan pembendungan / fiksasi
- Menghapus lokasi tusukan / desinfeksi
- Memasukan jarum dengan sudut 5-30 0
- Menghisap darah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
- Torniquet / pembendung dilepas
- Jarum dicabut dan tekan bekas punksi / tusukan
- Memasukan darah ke dalam tabung darah dan beri etiket / nama
- Membereskan alat-alat dan rapihkan klien
- Perawat cuci tangan
- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan
C. EVALUASI
- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan
D. DOKUMENTASI
catat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan
TINJAUAN UMUM
Suatu tindakan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratrium guna menunjang diagnosa pasien dalam mempertimbangkan pengobatan yang tepat
A. PERSIAPAN
I. Persiapan Klien
- Cek perencanaan Keperawatan klien
- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
- Pot / urinal / bengkok
- Botol urine yang sudah diberi etiket
B. PELAKSANAAN
- Perawat cuci tangan
- Memberitahu tindakan yang akan dilakukan
- Pasang sampiran disekitar tempat tidur
- Menyuruh klien untuk berkemih dalam pot / urinal dan memasukan kedalam botol urine
- Urin sisa yang ada pada pot urinal dibuang
- Membereskan alat-alat dan mengmbalikan ketempatnya
- Perawat cuci tangan
- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan
C. EVALUASI
- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan
D. DOKUMENTASI
- Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan
TINJAUAN UMUM
Skin test adalah melakukan test antibiotik melalui sub cutan untuk mengetahui ketahanan terhadap salah satu jenis antibiotik
A. PERSIAPAN
a. Persiapan Alat
i. Spuit 1 cc dan jarum seteril dalam tempatnya
ii. Obat-obatan yang diperlukan
iii. Kapas alkohol dalam tempatnya
iv. Gergaji ampul
v. NaCl 0,9 % /aquadest
vi. Bengkok, ball point/ spidol
b. Persiapan Klien
i. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
B. PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan
2. Menggulung lengan baju pasien bila perlu
3. Mengisi spuit dengan obat yang akan ditest sejumlah 0,1 cc dilarutkan dengan NaCl 0,9 atau aquadest menjadi 1 cc
4. Mendesinfeksi kulit yang akan di suntik dengan menggunakan kapas alkohol kemudian diregangkan dengan tangan kiri perawat
5. Menyuntikan obat sampai permukaan kulit menjadi gembung dengan cara lubang jarum menghadap ke atas dan membuat sudut antara 15 – 30 derajat dengan permukaan kulit
6. Beri tanda pada area suntikan
7. Menilai reaksi obat setelah 10-15 menit dari waktu penyuntikan, hasil (+) bila terdapat tanda kemerahan pada daerah penusukan dengan diameter minimal 1 cm, hasil (-) bila tidak terdapat tanda tersebut diatas
8. Perawat cuci tangan
C. EVALUASI
Mencatat tindakan dan hasil skin test pada dokumen perawatan
TINJAUAN UMUM
Suatu kegiatan pelayanan keperawatan menyiapkan injeksi untuk pengobatan / therapi kepada pasien yang sedang dirawat
A. PERSIAPAN
I. Persiapan Klien
- Cek perencanaan Keperawatan klien
- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
- Jarum seteril dan spuit
- Kapas alkohol 70 %
- Alat tulis
- Obat injeksi ( vial / flacon ) sesuai order dokter
- Bengkok
- Kartu obat dan etiket
B. PELAKSANAAN
- Perawat cuci tangan
- Buka tutup dan bersihkan / desinfektan bagian atas botol ( karet ) dengan kapas alkohol
- Buang kapas alkohol ke bengkok
- Menarik udara secukupnya kedalam spuit
- Tusuk jarum tegak lurus ketengah karet penutup
- Mendorong udarah dalam spuit kadalam botol, membalikan vial dan tarik obat seumlah yang diperlukan
- Tarik jarum dengan menarik boto, keluarkan udara yang ada dalam spuit
- Jarum ditutup dan vial /’ flacon dibuang ke bengkok / tempatnya ( jika sudah habis )
- Beri etiket nama pada spuit dan masukan ketampat injeksi
- Perawat cuci tangan
C. EVALUASI
- Perhatikan dosisi obat, nama obat dan nama klien sesuai dengan order dari dokter
D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan
TINJAUAN UMUM
Suatu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh pada pasien yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen
PERSIAPAN
Persiapan Klien
- Cek perencanaan Keperawatan klien
- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
Persiapan Alat
- Tabung / central oksigen yang sudah dilengkapi dengan socket dan manometer / flowmeter
- Humedifier yang sudah di isi dengan aquadest sampai pembatas yang sudah ditentukan
- Nasal kanul
PELAKSANAAN
- Perawat cuci tangan
- Atur posisi yang nyaman
- Periksa manometer central O 2 / tabung O 2, humedifier dan flowmeter
- Hubungkan kanul dengan O 2 / alirkan O 2 yang rendah
- Masukan kedua ujung kanul ke dalam lubang hidung
- Mengatur aliran O 2 yang sesuai dengan terapi
- Membersihkan nasal kanul setiap 8 jam sekali
- Perawat cuci tangan
- Perhatikan dan catat reaksi klien setelah melakukan tindakan
EVALUASI
- Perhatikan respon klien dan hasil tindakan
DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, respon klien, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan
TINJAUAN UMUM
Menukar balutan/penutup luka yang sudah kotor atau yang lama dengan penutup/pembalutan luka yang baru
Gunanya untuk
- Mencegah terjadinya infeksi
- Mencegah masuknya kuman dan kotoran kedalam luka
- Mencegah infeksi silang
- Memberi rasa nyaman dan aman pada pasien
Operasional dilakukan pada :
Pasien Combustie ( luka bakar )
PERSIAPAN
Persiapan Alat
a. Alat Seteril
- 1 Pinset anatomi
- 2 pinset chirurgis
- 2 klem arteri
- 1 gunting lurus
- 2 kapas lidi
- 10-15 lembar kassa seteril
- 5 buah deppers
- mangkok seteril
- 1 tong sampak
a. Alat Tidak Seteril
- Gunting pembalut
- Plester kecil
- Botol berisi bensin cuci
- Mercurohroom
- Bengkok
- NaCl 1 ml, 500 cc
- Zalf Dermazia
- Kantong Plastik
- Obat-obatan desinfektan ( Savlon, bethadine, dll )
Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan
2. Balutan lama dibuka dan dibuang pada tempatnya
3. Bekas plester dibersihkan dengan kapas bensin
4. Luka dibersihkan dengan cairan NaCl ka satu arah dengan menggunakan deppers
5. Deppers kotor dibuang pada tempatnya
6. Pinset yang sudah dipakai disimpan pada bengkok yang bersisi desinfektan
7. Kemudian luka diobati dengan mercurohroom, setelah itu luka diberi zalf Dermazim dengan menggunakan tongspatel
8. Luka ditutup dengan kasa seteril secukupnya
9. Luka dibalut/diplester dengan rapih
10. Setelah selesai pasien dirapihkan dan alat-alat dibereskan ketempat semula
11. Perawat cuci tangan
EVALUASI
Mencatat hasil tindakan dan respon pasien pada dokumen keperawatan
Shalat-shalat Shunnah.
Selain shalat wajib, juga ada shalat sunnah. Macamnya ada lima belas shalat, yaitu :
1. Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu, niatnya :
?Ushalli sunnatal wudlu-I rak?ataini lillahi Ta?aalaa? artinya : ?aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah?
2. Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda ?Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu? (H.R. Bukhari dan Muslim). Niatnya :
?Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah?
3. Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya miimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah ?Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga? (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Niatnya :
?Ushalli sunnatal Dhuha rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah?
4. Shalat Rawatib. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Niatnya :
a. Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya?. Niatnya:
?Ushalli sunnatadh Dzuhri* rak?ataini Qibliyyatan lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah?
* bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.
b. Ba?diyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya. Niatnya :
?Ushalli sunnatadh Dzuhri* rak?ataini Ba?diyyatan lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur dua rakaat karena Allah?
* bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.
5. Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur?an. ?Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji? (Q.S. Al Isra : 79 ). Niatnya :
?Ushalli sunnatal tahajjudi rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah?
6. Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir. Niatnya :
?Ushalli sunnatal Istikharah rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah?
7. Shalat Hajat, adala shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Niatnya :
?Ushalli sunnatal Haajati rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah?
8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. ?Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit? (Al Hadis). Niatnya :
?Ushalli sunnatal rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah?
9. Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya. Niatnya:
?Ushalli sunnatal Taubati rak?ataini lillahi Ta?aalaa? Artinya : ?aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah?
10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam. Cara mengerjakannya
a. Niat :
?Ushalli sunnatan tasbihi raka?ataini lilllahi ta?aalaa? artinya ?aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah?
b. Usai membaca surat Al Fatehah membaca tasbih 15 kali.
c. Saat ruku?, usai membaca do?a ruku membaca tasbih 10 kali
d. Saat ?itidal, usai membaca do?a ?itidal membaca tasbih 10 kali
e. Saat sujud, usai membaca doa sujud membaca tasbih 10 kali
f. Usai membaa do?a duduk diantara dua sujud membaca tasbi 10 kali.
g. Usai membaca doa sujud kedua membaca tasbih 10 kali.
Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada setiap rakaatnya sebanyak 75 kali. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut :
?Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar? artinya : ?Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Akkah, Dzat yang Maha Agung?.
11. Shalat Tarawih, adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya? pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. ?Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat? (H.R. Bukhari). Dari Jabir ?Sesungguhnya Nabi saw telah shallat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir.? (H.R. Ibnu Hiban)
Pada masa khalifah Umar bin Khathtab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara?, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat. Niat shalat tarawih :
?Ushalli sunnatan Taraawiihi rak?ataini (Imamam/makmuman) lillahi ta?aallaa? artinya : ?Aku niat shalat sunat tarawih dua rakaat (imamam/makmum) karena Allah?
12. Shalat Witir, adalah shalat sunnat mu?akad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah ?Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah?(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : ?Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya? dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat? (H.R. Bukhari dan Muslim)
?Ushalli sunnatal witri rak?atan lillahi ta?aalaa?artinya : ?Aku niat shalat sunnat witir dua rakaat karena Allah?
13. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Mu?akad (dianjurkan).?Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu ? pada Idul Adha – ?(Q.S. Al Kautsar.1-2)Dari Ibnu Umar ?Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.?(H.R. Jama?ah). Niat Shalat Idul Fitri :
?Ushalli sunnatal li?iidil fitri rak?ataini (imamam/makmumam) lillahita?aalaa? artinya : ?Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah?
Niat Shalat Idul Adha :
?Ushalli sunnatal li?iidil Adha rak?ataini (imamam/makmumam) lillahita?aalaa? artinya : ?Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah?
Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :
a. Berjamaah
b. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
d. Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
e. Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A?la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f. Imam menyaringkan bacaannya.
g. Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum?at
h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum ? hukum Qurban.
i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.
14. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :
a. Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku? yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku? dan I?tidal membaca fatihah lagi kemudian ruku? dan I?tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
b. Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
Niat shalat gerhana bulan :
?Ushalli sunnatal khusuufi rak?ataini lillahita?aalaa? artinya : ?Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat karena Allah?
15. Shalat Istiqa?,adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Niatnya ?
?Ushalli sunnatal Istisqaa-I rak?ataini (imamam/makmumam) lillahita?aalaa? artinya : ?Aku niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah?
Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a. Tiga hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah. ?Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya?(Q.S. Al Isra? : 16).
b. Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa?
c. Usai shalat diadakan khutbah dua kali. Pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 X dan pada khutbah kedua 7 X.
Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :
a. Khatib disunatkan memakai selendang.
b. Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, dan berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c. Saat berdo?a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.
d. Saat berdo?a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.
© Free Medical Journal powered by Blogger.com 2010
Back to TOP