Testosteron menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder pria setelah pubertas, yang menyebabkan pertumbuhan jenggot dan rambut pubis, perkembangan penis, dan perubahan suara. Hormon ini juga membantu pertumbuhan, perkembangan otot, dan maskulanisasi kontur tubuh pada pria dewasa.
free medical journals. Daily presentations of new journals. Free subscription to the journal alerts. Medical Journal of Indonesia is an official Journal of the Faculty of Medicine, Faculty of Nursing, Faculty of midwifery and faculty of public health. Collect for many University can be reference for your final task. Thousands of health articles on every topic imaginable, from alternative to medical. Plus fitness, beauty, and cosmetics. Health Articles Database, free health articles and content.
Monday, January 4, 2010
Testosteron
Testosteron merupakan hormon seks steroid (androgen) pria, yang diproduksi oleh kedua buah testis yang tumbuh di skrotum. Testosteron terdapat dalam 3 bentuk, yaitu free testosteron (1—2 %), testosteron terikat albumin (25—65%) dan testosteron terikat globulin (35—75%). Testosteron yang paling penting untuk proses metabolik adalah bentuk yang free.
Testosteron menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder pria setelah pubertas, yang menyebabkan pertumbuhan jenggot dan rambut pubis, perkembangan penis, dan perubahan suara. Hormon ini juga membantu pertumbuhan, perkembangan otot, dan maskulanisasi kontur tubuh pada pria dewasa.
"
Testosteron menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder pria setelah pubertas, yang menyebabkan pertumbuhan jenggot dan rambut pubis, perkembangan penis, dan perubahan suara. Hormon ini juga membantu pertumbuhan, perkembangan otot, dan maskulanisasi kontur tubuh pada pria dewasa.
No comments:
Post a Comment